Pengertian Vaksin, Sejarah dan Jenis-jenisnya

Posted on

Pengertian Vaksin – Pada postingan ini Sumberpengertian.com akan membahas tentang pengertian vaksin. Pasti banyak dari pembaca yang sering mendengar kata ini dalam bidang kesehatan. Namun tidak semua mengetahui apa itu vaksin dan bagaimana fungsinya.

Pengertian Vaksin Menurut Para Ahli

Pengertian Vaksin

Vaksin adalah bahan antigenik yang digunakan untuk menghasilkan kekebalan aktif pada tubuh. Hal ini dimaksudkan agar tubuh dapat mencegah atau mengurangi infeksi dari suatu penyakit yang disebabkan oleh bakteri dan virus.

Pengertian Vaksin Menurut Para Ahli

Definisi Vaksin adalah bahan yang dipakai untuk menstimulus dan merangsang pembentukan antibodi yang biasanya dimasukkan pada tubuh manusia melalui mulut maupun suntikan (Muslihatun : 2010).

Pengertian Vaksin adalah bahan yang dimasukkan ke dalam tubuh melalui suntikan seperti vaksin campaj, DPT dan BCG dan melalui mulut seperti vaksin polio yang gunanya untuk merangsang zat antibodi (Hidayat : 2005).

Pengertian Vaksin menurut Peraturan Menteri Kesehatan RI No. 42 tahun 2013 adalah suatu antigen yang berwujud mikroorganisme yang tidak hidup atau sudah mati atau juga yang masih hidup namun dilemahkan, yang beberapa bagiannya masih utuh dan telah di olah. Dapat juga berupa mikroorganisme yang sudah diubah menjadi toksoid ataupun protein rekombinan yang bisa menimbulkan efek kekebalan spesifik terhadap suatu penyakit infeksi tertentu.

Vaksin berupa galur virus atau bakteri yang telah dilemahkan sehingga tidak dapat menimbulkan berbahaya. Bentuk lain dari vaksin berupa organisme mati atau hasil-hasil dari pemurniannya seperti protein, peptida, partikel serupa virus.

Sejarah Vaksin

Vaksin pertama kali ditemukan oleh Edward Jenner pada tahun 1796. Edward Jenner merupakan seorang dokter berkebangsaan Inggris. Mulanya ia meneliti seorang pekerja harian yang menderita penyakit cacar.

Pekerja tersebut kemudian di imunisasi menggunakan cacar sapi ringan. Dia mengambil beberapa cairan dari luka penderita cacar sapi dan menggoreskannya pada lengan anak usia 8 tahun. Penelitian tersebut terbukti berhasil dan kemudian Edward Jenner memberi nama ”vaksin”.

Kemudian pada abad ke 19 seorang ahli kimia dari perancis bernama Louis Pasteur mengembangkan tehnik baru. Ia mengembangkan teknik kimia untuk mengisolasi virus dan melemahkannya. Virus yang dilemahkan ini kemudian digunakan sebagai vaksin.

Baca juga : Pengertian Sentralisasi, Desentralisasi & Dekonsentrasi

Jenis-jenis Vaksin

Saat ini terdapat tujuh jenis vaksin yang telah digunakan dalam dunia kesehatan. Berikut ini adalah penjelasannya :

Live Attenuated Vaccine

Live Attenuated Vaccine merupakan vaksin yang terbuat dari bakteri atau virus yang sudah dilemahkan daya virulensinya dengan cara kultur dan perlakuan yang berulang-ulang. Vaksin ini masih mampu menimbulkan reaksi imunologi yang mirip dengan infeksi alamiah.

Contoh : Vaksin polio, vaksin MMR, vaksin TBC, vaksin gondongan dan vaksin cacar air.

Inactived Vaccine / Killed Vaccine

Disebut dengan killed vaccine artinya vaksin ini dibuat dari bakteri atau virus yang dimatikan dengan zat kimia atau dengan pemanasan. Vaksin ini dapat berupa seluruh bagian dari bakteri atau virus, bagian dari bakteri atau virus atau hanya toksidnya saja.

Contoh : Vaksin rabies, vaksin pneumonia peumokakal, vaksin kolera, vaksin pertusis, dan vaksin demam tifoid.

Vaksin Toksoid

Vaksin toksoid yakni vaksin yang terbuat dari beberapa jenis bakteri yang menimbulkan penyakit dengan memasukkan racun yang telah dilemahkan kedalam aliran darah.

Contoh : Vaksin tetanus dan vaksin difteri.

Vaksin Accelular dan Subunit

Vaksin ini terbuat dari bagian tertentu pada virus atau bakteri dengan cara melakukan klonning dari gen virus atau bakteri melalui rekombinasi DNA, vaksin vektor virus dan juga vaksin antiidiotipe.

Contoh : Vaksin Hemofilus Influenza Type B, vaksin influenza dan vaksin hepatitis B.

Vaksin Idiotipe

Vaksin Idiotipe ialah vaksin yang terbuat dari fragment antigen binding dari sebuah antibodi yang dihasilkan oleh tiap klon sel B yang mengandung asam amino yang disebut dengan idiotipe atau determinan idiotipe yang dapat bertindak sebagai antigen.

Vaksin Rekombinan

Vaksin Rekombinan memungkinkan produksi protein virus dalam jumlah besar.

Vaksin DNA

Vaksin DNA atau yang disebut juga dengan Plasmid DNA Vaccines merupakan sebua vaksin baru dalam teknologi kedokteran. Vaksin ini memiliki potensi dalam menginduksi imunitas seluler. Saat ini penelitian klinis pada manusia sedang diterapkan semoga dapat membawa dampak yang positif bagi dunia kesehatan.

Demikian pengertian vaksin , jenis vaksin dan sejarah vaksin yang telah kami rangkum. Semoga informasi ini dapat bermanfaat bagi para pembaca.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *