Pengertian OJK (Otoritas Jasa Keuangan), Fungsi, Tujuan, Tugas & Asas-asasnya

Posted on

Pengertian OJK – Pasti banyak ya dari para pembaca yang belum mengetahui apa itu OJK? Nah pada kesempatan ini Sumberpengertian.com akan mengulasnya khusus untuk anda.

Pengertian OJK (Otoritas Jasa Keuangan)

Pengertian Otoritas Jasa Keuangan (OJK)

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merupakan lembaga negara yang fungsinya menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan yang terintegrasi terhadap keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan.

Sektor jasa keuangan tersebut meliputi perbankan, pasar modal, asuransi, dana pensiun, lembaga pembiayaan, dan berbagai lembaga jasa keuangan lainnya.

Latar Belakang Pembentukan OJK

Otoritas Jasa Keuangan dibentuk berdasarkan Undang-undang No. 21 tahun 2011. Lembaga negara ini merupakan lembaga yang berdiri sendiri atau independen.

Ia tidak terikat dengan pihak lain dan memiliki fungsi, tugas,  dan wewenang melakukan pengaturan, pengawasan, penyelidikan dan pemeriksaan sebagaimana yang dimaksud oleh undang-undang tersebut.

Tujuan Pembentukan OJK

Tujuan pembentukan lembaga Otoritas Jasa Keuangan disebutkan pada pasal 4 Undang Undang Nomor 21 tahun 2011. Pada pasal tersebut disebutkan bahwa OJK dibentuk dengan tujuan agar secara keseluruhan kegiatan di dalam sektor jasa keuangan terselenggara secara teratur, adil, transparan, akuntabel serta mampu mewujudkan sistem keuangan yang tumbuh secara berkelanjutan dan stabil serta mampu melindungi kepentingan konsumen maupun masyarakat.

Baca juga : Pengertian Verifikasi Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Fungsi, Tugas dan Wewenang OJK

Secara umum Otoritas Jasa Keuangan berfungsi menyelenggarakan sistem pengaturan dan pengawasan terhadap seluruh sektor jasa keuangan.

Sedangkan fungsi, tugas dan wewenang OJK secara lengkap disebutkan pada pasal 6 UU 21 Tahun 2011.

Tugas dan wewenang Otoritas Jasa Keuangan adalah melakukan pengaturan dan pengawasan terhadap :

  • Kegiatan Jasa Keuangan di Sektor Perbankan
  • Kegiatan Jasa Keuangan di Sektor  Pasar Modal
  • Kegiatan Jasa Keuangan di Sektor  Perasuransian, Dana Pensiun, Lembaga Pembiayaan, dan berbagai Kegiatan Jasa Keuangan lainnya.

Nilai-nilai Otoritas Jasa Keuangan

Berikut adalah nilai-nilai yang harus dianut dan dilaksanakan lembaga Otoritas Jasa Keuangan:

  • Integritas
  • Profesionalisme
  • Sinergi
  • Inklusif
  • Visioner

 

Asas-asas Otoritas Jasa Keuangan

Asas Independensi

Independen artinya berdiri sendiri, jadi sebagai lembaga pengatur jasa keuangan Otoritas Jasa Keuangan mengambil keputusan berdasarkan undang-undang yang berlaku tidak terpengaruh terhadap pihak lain.

Asas Kepastian Hukum

Penyelenggaraan lembaga Otoritas Jasa Keuangan berlandaskan pada hukum yang ada dan undang-undang yang berlaku.

Asas Kepentingan Umum

Asas ini berpacu kepada kepentingan umum yakni konsumen, sehingga dalam menjalankan tugasnya Otoritas Jasa Keuangan harus membela dan melindungi kepentingan para konsumen.

Asas Keterbukaan

Otoritas Jasa Keuangan membuka diri terhadap hak masyarakat untuk memperoleh informasi yang benar, jujur dan tidak diskriminatif.

Asas Profesionalisme

Dalam menjalankan tugas dan wewenangnya Otoritas Jasa Keuangan harus berlandaskan asas profesionalisme.

Asas Integritas

Lembaga Otoritas Jasa Keuangan harus berpegang teguh kepada nilai-nilai moral dalam setiap tindakan yang diambil.

Asas Akutabilitas

Dalam setiap tindakan dan keputusan yang diambil oleh Otoritas Jasa Keuangan semuanya akan dipertanggungjawabkan kepada publik.

Demikian informasi terkait pengertian OJK, tujuan, asas, tugas dan wewenang serta nilai-nilainya. Semoga informasi ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda yaa 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *