Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan, Kriteria, dan Langkah-langkah Metode Ilmiah

Posted on

Dalam mengerjakan Karya Ilmiah, Thesis maupun Tugas Akhir biasanya anda memerlukan Metode ilmiah. Apa itu Metode Ilmiah, Kriteria, Langkah-langkah dan Tujuan Metode Ilmiah ? Yuk langsung saja kita bahas terkait materi Metode Ilmiah.

 “Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan, Kriteria, dan Langkah-langkah Metode Ilmiah” is locked Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan, Kriteria, dan Langkah-langkah Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah

Pengertian Metode Ilmiah adalah suatu proses atau prosedur keilmuan untuk mendapatkan pengetahuan secara sistematis yang berdasarkan bukti fisis.

Menurut Wikipedia Metode Ilmiah atau atau Proses Isssslmiah (bahasa Inggris: scientific method) merupakan proses keilmuan untuk memperoleh pengetahuan secara sistematis berdasarkan bukti fisik.

Penelitian (Metode Ilmiah) umumnya menfokuskan untuk melakukan identifikasi terhadap masalah yang harus dipecahkan, pengumpulan data, lalu menanalisis data dan menarik kesimpulan yang tepat. Penelitian ini sifatnya sangat objektif, karena tidak berdasarkan pada perasaan, pengalaman maupun intuisi seorang peneliti yang sifatnya subjektif.

Tujuan Metode Ilmiah

Tujuan dari metode ilmiah adalah sebagai berikut :

  • Guna mendapatkan ilmu pengetahuan yang rasional dan sudah teruji.
  • Untuk pembuktian terhadap suatu kebenaran yang dapat diatur oleh pertimbangan yang logis.
  • Untuk mencari pengetahuan yang dimulai dari penemuan masalah yang harus dipecahkan atau dicari solusinya, pengumpulan data, menanalisis data dan diakhiri dengan menarik suatu kesimpulan.
  • Membantu memecahkan masalah dengan pembuktian yang dimana buktinya dapat memuaskan.
  • Dapat menguji penelitian yang telah dilakukan orang lain sehingga didapatkan kebenaran yang objektif dan juga memuaskan, dan lain-lain.

Kriteria-kriteria Pada Metode Ilmiah

Suatu penelitian dapat dikatakan Ilmiah apabila telah metode penelitiannya memenuhi beberapa syarat dan kriteria diantaranya :

Berdasarkan kenyataan atau fakta

Keterangan, data dan informasi yang ingin didapatkan, baik itu yang dikumpulkan maupun yang dianalisa harus berdasarkan fakta. Jangan penemuan yang berdasarkan khayalan, legenda, kira-kira dan lain-lain. Jadi intinya harus berdasarkan kenyataan atau fakta yang benar-benar ada.

Bebas dari Prasangka

Harus bersifat bebas dari prasangka dan pertimbangan-pertimbangan yang sifatnya subjektif. Fakta harus dengan alasan dan berdasarkan bukti yang jelas serta objektif. Jadi suatu penelitian harus menunjukan adanya kesesuaian dengan Hipotesis.

Menggunakan Prinsip Analisa

Dalam memahami dan memberikan arti pada permasalahan yang kompleks, haruslah menggunakan prinsip-prinsip analisa. Masalah harus dicari sebab dan juga pemecahannya dengan menggunakan prinsip analisis yang logis. Fakta-fakta yang dapat mendukung tidak dibiarkan sebagaimana adanya atau hanya dibuat derkripsinya saja, akan tetapi semua fakta dan kejadian harus dicari sebab maupun akibatnya dengan menggunakan analisa.

Menggunakan Hipotesis

Pada metode ilmiah, seseorang yang melakukan penelitian harus dituntun dalam proses berfikir menggunakan prinsip analisa. Hipotesis diperlukan untuk memandu pikiran ke arah tujuannya, sehingga hasil yang nanti didapatkan akan mengarah kepada sasarannya.

Menggunakan Ukuran yang Objektif

Seseorang yang melakukan penelitian harus memiliki sikap yang objektif dalam mencari kebenaran. Data dan fakta yang ada harus dianalisis secara objektif, pertimbangan maupun penarikan kesimpulan dari penelitian arus menggunakan pikiran yang benar-benar jernih jadi bukan berdasarkan perasaan seorang peneliti

Menggunakan Teknik Kuantifikasi

Data ukuran yang sifatnya kuantitatif (jumlah satuan angka) yang biasa haruslah digunakan. Jika terdapat data ukuran misalnya seperti mm, kg, ohm, per detik dan lain-lain harus digunakan. Teknik kuantifikasi yang sering digunakan dan tergolong mudah umumnya menggunakan ukuran rating, ranking dan nominal.

Baca juga : Pengertian Humas Menurut Para Ahli | Public Relations

Langkah-Langkah Metode Ilmiah

Berikut adalah cara dan langkah-langkah untuk melakukan Metode Ilmiah :

Melakukan Observasi

Dalam proses observasi seorang peneliti akan melakukan identifikasi terhadap sifat-sifat utama yang dimiliki oleh subjek yang akan diteliti. Proses ini dapat melibatkan proses penentuan definisi maupun observasi. Observasi sering sekali membutuhkan perhitungan atau pengukuran yang teliti.

Melakukan Identifikasi Masalah

Perumusan masalah atau Identifikasi Masalah merupakan keharusan dalam metode ilmiah. Permasalahan dinyatakan dalam bentuk pertanyaan, dengan menggunakan kalimat tanya. Dengan pertanyaan tersebut maka diharapkan dapat mempermudah orang untuk melakukan metode ilmiah, untuk mengumpulkan data atau informasi yang diperlukan, melakukan analisis terhadap data tersebut dan menyimpulkannya.

Menyatakan Hipotesis

Hipotesis dapat diartikan sebagai suatu ide atau dugaan sementara penyelesaian permasalahan yang terdapat dalam penelitian ilmiah. Hipotesis sangat berguna untuk memungkinkan prediksi yang berdasarkan deduksi. Prediksi ini dapat meramalkan hasil dari eksperimen yang dilakukan. Dan hipotesis tersebut belum tentu diketahui akan kebenarannya.

Melakukan Eksperimen

Eksperimen berfungsi untuk menguji Hipotesis yang telah diajukan. Perhitungkanlah semua variabel yang ada, yaitu semua yang mempengaruhi eksperimen yang dilakukan. Hasil dari eksperimen akan meningkatkan probabilitas kebenaran hipotesis.

Hasil eksperimen dapat menyalahkan hipotesisi apabila hasilnya bertentangan dengan hipotesis. Melakukan pencatatan yang detail pada hasil eksperimen sangatlah penting, karena untuk membantu dalam laporan eksperimen dan memberikan bukti efektivitas serta keutuhan dari cara-cara yang dilakukan.

Menyimpulkan Hasil Eksperimen

Seseorang yang melakukan metode ilmiah mungkin saja akan mengulangi langkah-langkah yang lebih awal karena pertimbangan-pertimbangan tertentu. Ketidakberhasilan untuk membentuk kesimpulan yang menarik atau tepat dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang subjek yang dipelajarinya.

Karena ketidakberhasilan suatu hipotesis dalam menghasilkan prediksi atau ramalan yang menarik dan teruji dapat membuat seorang peneliti mempertimbangkan hasilnya. Dapat juga membuat seorang peneliti mempertimbangkan ulang metode dari eksperimen bahkan hipotesis yang mendasarinya. Sering sekali eksperimen dalam metode ilmiah tidak dilakukan oleh orang yang membuat prediksi, karakterisasi didasarkan dari eksperimen yang dilakukan orang lain.

Baca juga : Pengertian Imperialisme dan Kolonialime (Jenis-jenis dan Akibat Imperialisme)

Demikian informasi tentang Pengertian Metode Ilmiah, Karakteristik Metode Ilmiah dan langkah-langkah atau cara melakukan metode ilmiah. Semoga artikel yang kami sajikan ini dapat bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa pada artikel di Sumberpengertian.com 🙂

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *