Pengertian Mastubrasi (Onani) dan Hukumnya dalam Islam

AgamaBiologiUmum Melisa

Pengertian Mastubrasi dan Onani – Pendidikan seks itu penting untuk diajarkan kepada anak agar anak mengerti tentang hal yang baik serta buruk. Hal seperti ini bukanlah sesuatu yang tabu untuk diperbincangkan. Karena jika tidak diberikan pendidikan maka tak jarang anak terjerumus karena rasa penasaran.

Pada artikel ini kami akan mengulas tentang pengertian Mastubrasi. Apa itu definisi Mastubrasi ? dan bagaimana hukumnya dalam Islam ? Yuk langsung saja kita ulas lebih mendalam.

Pengertian Mastubrasi dan Onani serta Hukumnya dalam Islam

Pengertian Mastubrasi

Definisi Masturbasi adalah perangsangan seksualitas yang sengaja dilakukan pada organ kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual.

Perangsangan ini dapat dilakukan tanpa alat bantu ataupun menggunakan suatu objek atau alat, atau kombinasi dari keduanya.

Masturbasi juga merupakan suatu bentuk autoerotisisme yang paling umum, meskipun hal tersebut dapat pula dilakukan dengan bantuan orang lain.

Mastubrasi memiliki istilah lain yakni onani atau rancap.

Meskipun pada umumnya mastubrasi dilakukan oleh manusia namun kegiatan seksual ini tidak hanya dilakukan oleh manusia saja melainkan juga dilakukan oleh hewan.

Dalam penelitian disebutkan bahwa 95% pria dan 89% wanita pernah melakukan masturbasi. Kegiatan yang satu ini umumnya lebih sering dilakukan oleh pria dibandingkan dengan wanita.

Baca juga : Pengertian Data Menurut Para Ahli ( Jenis Data, Fungsi Data dan Contohnya )

Sejarah Mastubrasi

Istilah masturbasi berasal dari bahasa Inggris, “masturbation”.

Secara etmologi istilah Mastubrasi berasal dari bahasa Yunani, mezea (μεζεα, bentuk jamak untuk penis) atau dari gabungan kata bahasa Latin, manus (tangan) dan turbare (mengganggu).

Sedangakan menurut versi lainnya dari kata Latin manus (tangan) dan stuprare (mempermainkan), sehingga berarti “mempermainkan penis dengan tangan”.

Dalam Bahasa Melayu istilah masturbasi dikenal sebagai rancap, namun kata ini dalam penggunaan sehari-hari di Indonesia jarang dipergunakan lagi.

Masturbasi dalam budaya Timur khususnya Indonesia dianggap tabu dibicarakan secara terbuka, ungkapan kata kiasan sering dipakai untuk menyebutkan tindakan ini, seperti “mengocok”, “main sabun”, dan sebagainya.

Hukum Mastubrasi Dalam Islam

Dalam Agama Islam terdapat beberapa pendapat terkait dengan hukum mastubrasi diantaranya :

Mastubrasi Hukumnya Haram

Q.S Al- Mu’minun ayat 5-7

Sebagian besar Ulama mengatakan bahwa Mastubrasi Hukumnya haram. Hal ini dilandasrkan pada Dasar Hukum Islam pada Q.S Al- Mu’minun ayat 5-7 :
وَالَّذِينَ هُمْ لِفُرُوجِهِمْ حَافِظُونَ ﴿٥
إِلَّا عَلَى أَزْوَاجِهِمْ أوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُمْ فَإِنَّهُمْ غَيْرُ مَلُومِينَ ﴿٦
فَمَنِ ابْتَغَى وَرَاء ذَلِكَ فَأُوْلَئِكَ هُمُ الْعَادُونَ ﴿٧
“dan orang-orang yang menjaga kemaluannya, kecuali terhadap isteri-isteri mereka atau budak yang mereka miliki.

Maka Sesungguhnya mereka dalam hal ini tiada terceIa. Barangsiapa mencari yang di balik itu. Maka mereka Itulah orang-orang yang melampaui batas.” (QS. Al Mukminun : 5 – 7).

Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik

Imam Asy-Syafi’i dan Imam Malik juga menjelaskan bahwa Onani dalam Islam hukumnya haram. Hal ini dilandaskan pada dasar hukum berikut :

“Ada 7 golongan yang Allah tidak akan melihat mereka pada hari kiamat & Allah tidak mau mensucikan (tidak mengampuni dosanya) dan Allah tidak mau mengumpulkan mereka bersama orang yang beramal kebaikan. Dan Allah akan memasukkan mereka ke neraka sebagai orang-orang yang pertama kali masuk ke neraka, kecuali bahwasanya mereka bertaubat. Ketujuh Golongan itu ialah:

  • Orang yang berzina dengan tangannya (onani/masturbasi),
  • Orang yang mengerjai & yang dikerjai (gay dan lesbian)
  • Orang yang membiasakan minum arak
  • Orang yang memukul kedua orang tuanya hingga meminta tolong
  • Orang yang menyakiti tetangganya hingga melaknatinya
  • Orang yang berzina dengan istri tetangganya

(HR. Al-Baihaqi Fii Si’abul Iman 5232)

Baca juga : Pengertian Kata Gabut dan Mager | Arti Kata Gabut di Social Media ( Instagram, Facebook, BBM, WA dan Line)

Mastubrasi Hukumnya Mubah

Dalam hukum Islam, onani adalah diharamkan dan berdosa. Namun jika alasan untuk melakukannya sebagai usaha untuk menghindari perbuatan zina, maka hukumnya berubah.

Misalnya, apabila nafsu syahwat seseorang memuncak karena tidak kuat dirayu oleh lawan jenis yang begitu menggoda dan khawatir kalau tidak melakukan masturbasi akan terdorong melakukan seks bebas, maka hukum bagi praktek coli diperbolehkan.

Sebagian ulama Mazhab Hanbali berpendapat sama dengan sebagian ulama Mazhab Hanafi, yakni bahwa pada dasarnya hukum bagi istimna adalah haram. Namun, apabila tidak melakukan istimna akan mengakibatkan zina, maka hukum melakukan istimna’ itu boleh (mubah).

Hal ini disimpulkan berdasarkan kaidah fiqh, “Diperbolehkan melakukan bahaya yang lebih ringan, untuk menghindari bahaya yang lebih berat.” Artinya, perbuatan zina merupakan salah satu dosa besar yang sanksinya berupa rajam atau cambuk seratus kali.

Baca juga : Pengertian Diaspora Menurut Para Ahli Lengkap !

Demikian penjelasan tentang Pengertian Mastubrasi (Onani) serta Hukumnya dalam Islam. Semoga artikel ini bermanfaat bagi kita semua. Sampai jumpa pada artikel lainnya di Sumberpengertian.com 🙂

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply