Pengertian Jagat Raya dan Teori Terbentuknya

IPA Melisa

Pada review kali ini mimin akan membahas pengertian jagat raya dan proses terbentuknya jagat raya. Apa itu jagat Raya ? Berikut adalah penjelasanya.

Pengertian Jagat Raya dan Teori Terbentuknya

Pengertian Jagat Raya

Jagat Raya merupakan ruang yang tidak terbatas yang didalamnya terdiri dari seluruh materi termasuk tenaga dan radiasi.

Jagat Raya disebut juga dengan alam semesta, luasnya tidak dapat diukur maupun ditentukan batas-batasnya.

Jagat raya terdiri dari semua materi termasuk galaxy, bintang, matahari, asteroid dan lain sebagainya.  Meskipun demikian materi jagat raya secara keseluruhan masih menjadi sebuah rahasia yang belum terungkap.

Baca juga : Pengertian Xilem dan Floem beserta Unsur-Unsurnya

Teori Terbentuknya Jagat Raya

Banyak sekali teori yang mengemukakan terbentuknya jagat raya atau alam semesta. Berikut adalah beberapa teori yang dikemukakan leh para ahli :

Teori Ledakan Besar (Big Bang Theory)

Teori Ledakan Besar atau disebut dengan Big Bang Theory merupakan suatu teori yang menyebutkan proses terbentuknya jagat raya.

Dalam teori tersebut disebutkan jagat raya berawal dari adanya suatu massa yang sangat besar dengan berat jenis yang besar pula. Kemudian massa ini mengalami ledakan yang sangat dahsyat karena adanya reaksi pada inti massa.

Saat terjadi ledakan bagian-bagian dari masa tersebut berserakan dan terpental menjauhi pusat ledakan. Miliaran tahun kemudian bagian-bagian tersebut membentuk kelompok-kelompok yang kemudian disebut dengan Galaxy dalam sistem Tata Surya.

Teori Keadaan Tetap (Creatio Continua Theory)

Teori keadaan tetap menyebutkan bahwa alam semesta tidak berawal dan juga tidak berakhir.

Teori Keadaan Tetap atau yang disebut dengan Creatio Continua Theory merupakan teori yang dikemukakan oleh Fred Hoyle, Bendi dan Gold.

Teori ini mengatakan bahwa alam semesta selalu menuai dengan laju tetap dan materi baru terus menerus tercipta. Hal ini mengakibatkan dalam ruang tertentu selalu dipadati oleh materi yang berjumlah tetap.

Agar jagat raya selalu dalam keadaan tetap maka diciptakan bahan baru secara berkesinambungan atau kontinu. Bahan baru ini menimbulkan tekanan yang memaksa alam semesta memuai secara terus menerus.

Bahan ini kemudian menimbukan tekanan yang selanjutnya memadat menjadi galaksi dan mengisi kekosongan yang ditimbulkan akibat pemuaian.

Teori ekspansi dan Kontraksi (The Oscillating Theory)

Teori ekspansi dan kontraksi menyebutkan terbentuknya jagat raya adalah karena adanya suatu siklus materi yang diawali dengan massa ekspansi (mengembang) yang disebabkan oleh adanya reaksi inti hidrogen.

Pada tahap inilah terbentuk galaksi-galaksi dan tata surya. Tahap ini diperkirakan berlangsung selama 30 miliar  tahun.

Demikian penjelasan mengenai Pengertian Jagat Raya dan Proses Terbentuknya Jagat Raya. Semoga informasi di Sumberpengertian.com ini dapat menambah wawasan dan pengetahuan anda.

You Might Also Like

No Comments

Leave a Reply

Most popular articles related to Pengertian Jagat Raya dan Teori Terbentuknya