Pengertian Inflasi (Teori, Penyebab, Jenis-jenis, Dampak, Cara Menanganinya)

Posted on

Sobat pasti sudah faham kan tentang definisi inflasi ? Jika belum kami telah mengulasnya pada artikel sebelumnya yakni pengertian inflasi secara umum dan menurut para ahli. Pada artikel ini kami akan melanjutkan pembahasan tentang inflasi, penyebab terjadinya inflasi, Jenis-jenis Inflasi dan dampak inflasi.

Pengertian Inflasi Lengkap ! (Teori, Penyebab, Jenis-jenis, Dampak, Cara Menanganinya)

Pengertian Inflasi

Inflasi merupakan suatu kondisi perekonomian dimana harga-harga secara keseluruhan mengalami kenaikan dalam waktu yang panjang.

Inflasi bisa terjadi karena jumlah uang yang beredar lebih banyak dari pada uang yang dibutuhkan.

Penyebab Inflasi

Penyebab utama inflasi adalah kenaikan biaya produksi dan kenaikan permintaan. Berikut adalah penyebab inflasi secara spesifik.

  • Inflasi karena Kenaikan Permintaan (Demand Pull Inflation)
  • Inflasi karena biaya produksi (Cos Pull Inflation)
  • Inflasi karena Jumlah Uang yang Beredar Bertambah

Jenis-jenis Inflasi

Inflasi ini dapat dibedakan dalam beberapa jenis tergantung tingkat keparahan, sumber da penyebabnya. Berikut adalah jenis-jenis inflasi :

Inflasi Berdasarkan Tingkat Keparahannya

Berdasarkan tingkat keparahannya dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

Inflasi Ringan

Inflasi Ringan merupakan jenis inflasi yang belum begitu mengganggu situasi dan kondisi perekonomian. Inflasi ini masih mudah untuk dikendalikan. Memang harga-harga naik secara umum, akan tetapi belum terlalu menyebabkan krisis di sektor ekonomi. Inflasi ringan berkisar dibawah 10% per tahun.

Inflasi Sedang

Inflasi sedang adalah inflasi yang belum terlalu membahayakan keadaan ekonomi namun inflasi ini dapat menurunkan tingkat kesejahteraan orang-orang yang berpenghasilan tetap. Adapun inflasi sedang berkisar antara 105 sampai 305 per tahun.

Inflasi Berat

Inflasi berat dapat mengacaukan kegiatan perekonomian. Saat terjadi inflasi berat, umumnya orang akan cenderung untuk menyimpan barang dan mengurungkan niatnya untuk menabung sebab bunga pada tabungan lebih rendah dibandingkan pertumbuhan inflasi. Adapun inflasi berat terjadi antara 30-100% per tahun.

Inflasi Sangat Berat (Hyperinflation)

Inflasi Sangat Berat merupakan jenis inflasi yang sudah sangat mengacaukan stuasi perekonomian dan susah untuk dikendalikan meskipun dengan kebijakan fiskan dan kebijakan moneter. Inflasi sangat berat ini berada di 100 % keatas setiap tahunnya.

Inflasi Berdasarkan Sumbernya

Jika dilihat berdasarkan sumbernya, inflasi dapat dibedaka menjadi dua jenis yakni Inflasi yang bersumber dari dalam negeri dan inflasi dari luar negeri.

Inflasi yang bersumber dari dalam negeri bisa terjadi karena penerapan anggaran defisiit atau pencetakan uang baru oleh pemerintah.

Inflasi yang bersumber dari luar negeri terjadi karena ada kenaikan harga secara menyeluruh di luar negeri. Pada perdagangan bebas, banyak negara yang terlibat di dalamnya. Jika suatu negara mengimpor barang pada negara yang sedang mengalami inflasi, maka secara otomatis inflasi tersebut akan mempengaruhi harga-harga dalam negerinya hingga akhirnya mengakibatkan inflasi juga.

Inflasi Berdasarkan Penyebabnya

Dilihat dari penyebabnya Inflasi digolongkan menjadi dua jenis yakni inflasi karena biaya produksi dan inflasi karena kenaikan permintaan.

Inflasi karena kenaikan biaya produksi adalah kenaikan biaya produksi yang menyebabkan harga penawaran barang juga naik, sehingga bisa mengakibatkan inflasi.

Inflasi karena kenaikan permintaan terkadang disebabkan oleh kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi produsen, sehingga harga-harga cenderung menjadi naik. Hal ini sejalan dengan hukum ekomomi yang berbunyi “Jika permintaan naik sedangkan penawaran tetap, maka harga cenderung menjadi naik

Baca juga : Pengertian Investasi Lengkap (Jenis-jenis, Bentuk, Tujuan dan Manfaat)

Dampak Inflasi

Inflasi juga menyebabkan dampak yang buruk bagi perekonomian diantaranya :

Dampak inflasi terhadap pendapatan

Inflasi juga bisa mengubah pendapatan masyarakat. Perubahan bisa bersifat merugikan atau menguntungkan. Pada beberapa keadaan, inflasi bisa mendorong pertumbuhan ekonomi. Selain itu inflasi bisa membantu pengusaha menambah kapasitas produksinya.

Dengan demikian, akan tumbuh lapangan kerja baru serta bertambahnya penghasilan seseorang. Tetapi, bagi masyarakat yang berpendapatan tetap inflasi akan mengakibatkan mereka rugi karena pendapatan yang tetap itu bila ditukarkan dengan barang dan jasa akan semakin sedikit.

Dampak Inflasi terhadap Ekspor

Pada kondisi inflasi, daya saing untuk barang ekspor menjadi berkurang. Penyebab berkurangnya daya saing ini adalah harga barang ekspor yang semakin mahal. Selain itu, inflasi bisa menyulitkan negara dan para eksportir.

Dampak bagi negara adalah mengalami kerugian sebab daya saing barang ekspor berkurang yang mengakibatkan jumlah penjualan menjadi berkurang. Selain itu, devisa yang didapat juga semakin sedikit.

Dampak Inflasi terhadap minat orang untuk menabung

Saat terjadi inflasi, penghasilan riil para penabung menjadi berkurang karena jumlah bunga yang diperoleh pada kenyataannya berkurang disebabkan pertumbuhan inflasi.

Dampak Inflasi terhadap kalkulasi harga pokok

Kondisi inflasi mengakibatkan perhitungan untuk menetapkan harga pokok bisa terlalu besar atau bahkan terlalu kecil. Karena persentase dari inflasi itu sendiri tidak teratur, kita tidak bisa emmastikan berapa persen inflasi untuk suatu masa tertentu.

Dampaknya, penetapan harga jual dan harga pokok sering tidak sesuai. Kondisi inflasi ini bisa mengacaukan kegiatan perekonomian, khususnya untuk produsen.

Cara Mengendalikan Inflasi

Inflasi ternyata dapat dikendalikan dengan beberapa cara berikut ini :

Kebijakan Fiskal

Kebijakan fiskal adalah salah satu cara untuk menghindari inflasi dengan cara mempengaruhi pengeluaran dan penerimaan pemerintah.

Kebijakan fiskal yang dilakukan diantaranya adalah :

  • Menghemat pengeluaran pemerintah
  • Menaikkan tarif pajak

Kebijakan Moneter

Kebijakan moneter juga dapat mengendalikan laju inflasi dengan cara-cara sebagai berikut :

Kebijakan Operasi terbuka

Kebijakan Operas Terbuka dilakukan dengan cara bank sentral mengurangi jumlah uang yang beredar dengan cara menjual surat-surat berharga.

Kebijakan Diskonto

Untuk mengatasi inflasi ditetapkan kebijakan diskonto yakni dengan cara meningkatkan nilai suku bunga.

Kebijakan Penetapan Persediaan Kas

Bank Sentral bisa mengambil kebijakan untuk mengurangi keberadaan uang yang beredar dengan cara menetapkan persediaan yang beredar dengan menetapkan dan mengatur persediaan uang kas yang ada di bank-bank. Jadi jika uang yang beredar berkurang, maka inflasi bisa ditekan.

Kebijakan lainnya

Menetapkan harga maksimal untuk beberapa jenis barang. Maksudnya penetapan harga itu dapat mengendalikan harga yang ada sehingga inflasi bisa dikendalikan. Namun perlu diperhatikan, penetapan itu harus realistis. Jika penetapan itu tidak realistis, maka bisa berakibat terjadinya pasar gelap (Black Market).

Meningkatkan produksi dan menambah jumlah barang yang berada di pasaran. Jika ingin menambah produksi, pemerintah bisa mengeluarkan produksi. Misalnya hal ini bisa ditempuh dengam memberi subsidi atau premi pada perusahaan yang bisa memenuhi target tertentu yang sudah ditetapkan. Selain itu, untuk menambah jumlah barang yang beredar, pemerintah juga bisa memudahkan aktifitas impor. Contohnya, dengan menurunkan bea masuk barang impor.

Teori-teori Penyebab Inflasi

Terdapat 3 teori yang menjelaskan tentang inflasi diantaranya Teori Keynes, Teori Kuantitas dan Teori Struktural.

Teori Keynes

Menurut Teori Keynel Inflasi terjadi karena munculnya nafsu berlebihan dari suatu kelompok masyarakat yang ingin memanfaatkan lebih banyak barang dan jasa yang tersedia di pasaran. Karena keinginan yang terlalu berlebihan itu, permintaan menjadi bertambah, sedangkan penawaran masih tetap yang akhirnya mengakibatkan harga menjadi naik.

Teori Kuantitas

Dalam teori kuantitas dijelaskan kaum klasik memiliki pendapat bahwa tingkat harga ditentukan oleh jumlah uang yang beredar. Saat uang yang beredar bertambah, maka harga akan menajdi naik. Bila jumlah barang yang ditawarkan tetap, namun jumlah uang ditambih menjadi 2 kali lipat, maka bisa dipastikan cepat atau lambat harga akan menjadi dua kali lipat juga.

Teori Struktural

Teori Struktural menyatakan bahwa penyebab inflasi dari segi struktural ekonomi yang kaku. Produsen tidak bisa mencegah dengan cepat kenaikan permintaan yang diakibatkan oleh pertumbuhan penduduk. Akhirnya permintaan sulit dipenuhi saat ada pertumbuhan jumlah penduduk.

Baca juga : Pengertian Inflasi Secara Umum dan Menurut Para Ahli

Inilah pengertian inflasi, jenis-jenis inflasi, Dampak, Cara Mengendalikan serta Teori Inflasi Menurut Para Ahli. Semoga sobat dapat memahami sub bab inflasi yang telah kami sampaikan ini. Salam jumpa di Sumberpengertian.com 🙂

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *