Pengertian Hipotesis Lengkap ( Rumusan, Macam, Ciri-ciri dan Syarat Hipotesis)

Posted on

Setelah melakukan sebuah penelitian maka di perlukan adanya Hipotesis. Apa itu Hipotesis, apa saja jenis-jenis hipotesis, bagaimana cara melakukannya dan apa saja contoh dari hipotesis? Yuk langsung saja kita bahas tentang Definisi Hipotesis.

 “Pengertian Hipotesis Lengkap ( Rumusan, Macam, Ciri-ciri dan Syarat Hipotesis)” is locked Pengertian Hipotesis Lengkap ( Rumusan, Macam, Ciri-ciri dan Syarat Hipotesis)

Pengertian Hipotesis

Pengertian Hipotesis (hipotesa) adalah jawaban sementara terhadap masalah yang masih bersifat praduga karena masih harus dibuktikan kebenarannya.

Istilah Hipotesis diambil dari bahasa Yunani, yaitu hypo yang artinya di bawah dan thesis yang berarti pendirian, pendapat, atau kepastian.

Jadi dapat disimpulkan bahwa Hipotesis merupakan pendapat yang kebenarannya masih diragukan. Untuk dapat memastikan kebenaran dari pendapat tersebut, maka suatu hipotesis harus diuji atau dibuktikan kebenarannya.

Macam-macam Hipotesis

Hipotesis dapat dibedakan menjadi beberapa jenis yakni :

Hipotesis Deskriptif

Hipotesis deskripsif adalah sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap masalah deskriptif yang berhubungan dengan variabel tunggal/mandiri.

Contoh Hipotesis Deskriptif :

Peneliti ingin mengetahui apakah bakso di restoran Bakso Super di Lampung mengandung formalin atau tidak.
Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah :

Apakah bakso di restoran Bakso Super di Lampung mengandung formalin ?

Sehingga dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel tunggal yakni bakso di restoran Bakso Super di Lampung. maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis deskriptif.

Terdapat dua pilihan hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang digunakan yaitu :

  • Ho : Bakso di restoran Bakso Super di Lampung mengandung formalin.
  • H1 : Bakso di restoran Bakso Super di Lampung mengandung formalin.

Hipotesis Komparatif

Hipotesis komparatif merupakan dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan perbandingan (komparasi) antara dua variabel penelitian.

Contoh Hipotesis Komparatif

Seorang peneliti hendak mengetahui bagaimana sikap loyal antara pendukung club sepakbola Man City jika dibandingkan dengan sikap loyal pendukung club sepakbola Liverpool. Apakah pendukung memiliki tingkat loyalitas yang sama ataukah berbeda.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut:

Apakah pendukung club sepakbola Man City dan Liverpool memiliki tingkat loyalitas yang sama?

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel jamak. Variabel pertama adalah loyalitas club sepakbola Man City, sedangkan variabel kedua adalah loyalitas club sepakbola Liverpool.

Karena rumusan masalah mempertanyakan perihal perbandingan antara dua variabel, maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis komparatif.

Terdapat dua pilihan hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang ia gunakan, yaitu :

  • Ho: Pendukung club Man City memiliki tingkat loyalitas yang sama dengan pendukung club Liverpool.
  • H1: Pendukung club Man City memiliki tingkat loyalitas yang tidak sama (berbeda) dengan pendukung club Liverpool.

Hipotesis Asosisatif

Hipotesis asosiatif merupakan sebuah dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang mempertanyakan hubungan (asosiasi) antara dua variabel penelitian.

Contoh Hipotesis Asosisatif

Seorang peneliti ingin mengetahui apakah sinetron berjudul “Boy” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Maka peneliti dapat membuat rumusan masalah seperti berikut:

Apakah sinetron berjudul “Boy” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor?

Dalam penelitian ini, variabel yang digunakan adalah variabel jamak. Variabel pertama adalah sinetron berjudul “Boy”, sedangkan variabel kedua adalah gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Karena rumusan masalah mempertanyakan perihal hubungan antara dua variabel, maka hipotesis yang digunakan adalah hipotesis asosiatif. Ada dua pilihan hipotesis yang dapat dibuat oleh peneliti sesuai dengan dasar teori yang peneliti gunakan, yaitu :

  • Ho: Sinetron berjudul “Boy” memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.
  • H1: Sinetron berjudul “Boy” tidak memengaruhi gaya remaja laki-laki dalam mengendarai motor.

Baca juga : Pengertian Imperialisme dan Kolonialime (Jenis-jenis dan Akibat Imperialisme)

Ciri dan Karakteristik Hipotesis yang Baik

Semua orang dapat membuat hipotesis, entah hipotesis dalam penelitian maupun hipotesis untuk hal-hal yang lebih sederhana dalam berbagai gejala di kehidupan sehari-hari. Namun, terdapat beberapa hal yang perlu dipertimbangkan untuk menghasilkan suatu hipotesis yang baik. Menurut Moh. Nazir, setidaknya ada 6 ciri-ciri hipotesis yang baik, yakni :

  • Harus berhubungan dengan ilmu, serta sesuai dengan tumbuhnya ilmu pengetahuan
  • Harus bisa menerangkan fakta
  • Harus dapat diuji
  • Harus menyatakan hubungan
  • Harus sederhana
  • Harus sesuai dengan fakta

Sehingga untuk membuat sebuah hipotesis yang baik, seorang peneliti harus mempertimbangkan fakta-fakta yang relevan, masuk akal dan tidak bertentangan dengan hukum alam. Selain itu, hipotesis juga harus bisa diuji sebagai langkah verifikasi dalam penelitian.

Perumusan Hipotesis

Teori Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Untuk memermudah jalannya proses pembentukan hipotesis, seorang peneliti biasanya menurunkan sebuah teori menjadi sejumlah asumsi dan prostulat.

Asumsi-asumsi tersebut dapat didefinisikan sebagai anggapan atau dugaan yang mendasari hipotesis.

Berbeda dengan asumsi, hipotesis yang telah diuji dengan menggunakan data melalui proses penelitian adalah dasar untuk memperoleh kesimpulan.

Fakta Ilmiah Sebagai Acuan Perumusan Hipotesis

Fakta dapat didefinisikan sebagai kebenaran yang dapat diterima oleh nalar dan sesuai dengan kenyataan yang dapat dikenali dengan panca indera. Selain menggunakan teori sebagai acuannya, hipotesis juga menggunakan fakta.

Fakta Ilmiah sebagai acuan perumusan hipotesis dapat didapat dengan berbagai cara antara lain :

  • Memperoleh dari sumber aslinya
  • Fakta yang diidentifikasi dengan cara menggambarkan dan menafsirkannya dari sumber yang asli.
  • Fakta yang diperoleh dari orang mengidentifikasi dengan jalan menyusunnya dalam bentuk abstract reasoning (penalaran abstrak).

Sumber Hipotesis Lainnya

Selain dari kedua hipotesis diatas, terdapat beberapa sumber hipotesis yang kemudian bisa dijadikan acuan yaitu :

  • Kebudayaan dimana ilmu atau teori yang relevan dibentuk
  • Ilmu yang menghasilkan teori yang relevan
  • Analogi
  • Reaksi individu terhadap sesuatu dan pengalaman

Syarat-syarat Hipotesis

Berikut adalah syarat-syarat Hipotesis menurut Borg dan Gall :

  • Sebuah hipotesis harus dirumuskandengan singkat,padat da jelas.
  • Sebuah hipotesis harus menunjukan adanya hubungan antara dua atau lebih variabel.
  • Sebuah hipotesis harus berdasarkan pendapat/teori-teori para ahli atau hasil penelitian yang relevan.

Baca juga : Pengertian Metode Ilmiah, Tujuan, Kriteria, dan Langkah-langkah Metode Ilmiah

Bagaimana sobat, sudah faham bukan tentang pengertian Hipotesis, Syarat-syarat Hipotesis, Jenis-jenis dan Ciri-ciri Hipotesis yang Baik. Semga artikel ini dapat memberikan pencerahan bagi sobat yang tengah melakukan sebuah penelitian yaa 🙂 Sampai jumpa pada artikel pendidikan lainnya di Sumberpengertian.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *